
Ayodepo.com-Kritikan banyak menghujani Barcelona setelah kalah 0-4 dari Liverpool dan tersingkir dari Liga Champions, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Salah satu kritikan keras yaitu datang dari mantan pelatih Real Madrid dan Manchester United, Jose Mourinho.
Kemenangan Jordan Henderson dkk dengan cara spesial. Sebelum pertandingan itu, Liverpool dipandang sebelah mata oleh publik lantaran kalah 0-3 di leg pertama. agen judi online terpercaya
Namun, Liverpool menunjukkan semangat tak kenal menyerah dan berhasil melakukan comeback sensasional di Anfiled. The Reds memastikan lolos ke final Liga Champions 2 musim beruntun.
Gol ke-2 Divock Origi sekaligus gol ke-4 Liverpool merupakan momen yang banyak menarik perhatian publik. Gol itu tercipta dengan cara cukup mudah. Ia tidak mendapat tekanan berarti dari barisan bek Barcelona saat mendapatkan sepak pojok dari Trent Alexander-Arnold. Bandar Judi Online Terpercaya Bonus Deposit 50%
Mourinho mengkritik keras Barcelona karena membiarkan Origi mencetak gol dengan mudah. Mourinho bahkan mengibaratkan para pemain Barcelona seperti skuat golongan umur U-14.
"Gol keempat itu adalah 1 yang saat anda lihat di level U-14, anda akan berkata bahwa anak-anak itu sedang tertidur. Tak ada mentalitas untuk bermain, mereka harus belajar dari dasar," tutur Mourinho. History Togel Terupdate
"Tapi kami sedang berbicara soal pemain-pemain terbaik di dunia, dan kebobolan gol seperti itu menunjukkan kondisi pikiran anda," lanjut Mourinho soal kritikannya terhadap Barcelona.
Mourinho mengaku sudah menduga Liverpool bisa mengantongi kemenangan bahkan sejak gol ke-2 tercipta. Tetapi, ia masih tak habis pikir Barcelona, dengan banyak pemain hebatnya, bisa kalah dengan telak.
"Saya pikir, di jeda babak pertama, saya yakin bila Liverpool mencetak gol ke-2 atmosfernya akan sulit diatasi. Terutama saat Liverpool menyerang hingga akhir. Itu adalah gol yang senang mereka ciptakan saat mengakhiri laga," tambahnya. agen judi online terpercaya promo 25%
"Barca punya beberapa pemain terbaik di dunia dan tempat alaminya adalah bermain di level itu. Jadi ini sulit dijelaskan. Sulit untuk mempercayai bahwa tim sedang unggul 3-0 dan kemudian kalah 0-4," tandasnya.
Barcelona sepertinya sedang mengalami masalah dengan kata 'comeback'. Pada musim lalu, mereka juga mengalami kejadian yang serupa saat laga bertemu dengan AS Roma pada babak perempat final Liga Champions.
Link Alternatif : www.Ayodepo.com